Amikawa pun pulang ke rumah kecilnya yang terletak di tempat yang agak jauh dari keramaian kota, sebuah rumah berukuran kecil, agak gelap. Mantan pembunuh mutilasi itu mengeluarkan belanjaannya di dapur dan memasukann beberapa ke kulkas. Mulailah ia memasak al-dente yang dibelinya, susah memang menjadi duda.
“Andai waktu itu aku tidak membunuh istriku…!”Desis nya penuh penyesalan dalam hati. Oya bagaimana dengan anak laki-laki Amikawa yang dititipkan nya pada Tuan Arima???Itu yang terbesit dipikirannya, ingin rasanya kimi ia mengurus sendiri anaknya, tap apa pantas mantas pembunuh seperti ku menjadi seorang ayah yang baik untuk anakku??
“Maafkan ayah nak……”Desisnya lagi “Ayah merindukanmu…”.
Ia pun memakan al-dente yang baru saja di buatnya, sambil menyaksikan acara di TV, ia kembali teringat akan istrinya dulu yang sering membuatkannya al-dente kesukaannya. Seorang wanita yang mau menerimanya apa adanya tak peduli dia seorang pembunuh mutilasi yang sempat menggencarkan Jepang, setia menemani Amikawa dalam keadaan apapun, beruntunglah ia mendapatkan istri seperti itu. Selesai makan, ia meletakan piring nya di tempat cucian piring, ia membakar sebatang rokok favoritnya dan kembali mengintip dari jendela melihat-lihat keadaan luar. Tapi…siapa itu???Wanita tadi yang ditemuinya di minimarket!! Dia sedang mengobrol dengan teman-temannya, Amikawa terus memperhatikannya.
“Siapa namamu nona cantik?”Desisnya kecil, wah sepertinya ia berharap bias kenal lebih dekat dengan wanita itu.
Sementara di flat temannya, Mika nama wanita itu sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya, memang dasarnya yang cerewet ia lansung menceritakan yang terjadi di mini market tadi
“Tadi waktu aku sedang berbelanja di mini market, aku bertemu dengan seorang pria yang berbelanja cukup banyak seperti layak nya seorang wanita. Aku sempat bercerita dengannya, lalu aku meniggalkannya. Tapi belanjaan kami tertukar. Dia sangat mirip dengan temanku waktu SMU!” Jelasnya penuh semangat.
“Bagaimana cirri-cirinya?”
“Dia pakai topi dan pakai kacamata hitam…aku tak melihat wajahnya secara utuh….!”
“Jangan-jangan dia artis, siapa tahu dia itu Nagase Tomoya!”
“Ah yang benar saja, aku tahu betul ciri-ciri Nagase!Dia tak mungkin Nagase!” Sangkal Mika lagi, Ya iyalah Mika kan fans berat Nagase Tomoya dia hapal betul ciri-ciri idolanya itu.
Ketika akan pulang dari flat temannya, Mika disapa oleh Amikawa yang berdiri di depan gang rumahnya…
“Konnichiwaaaa……!”Sapanya
“Anda???Anda orang yang di minimarket tadi, kan?Ada apa, ada yang tertukar lagi?”Jawab Mika
“Tidak…tidak ada”
“Lalu apa?”
“Boleh aku berkenalan dengan mu?”
“Hai sou desu…watashi wa Mika desu! Douzo Yoroshiku!”
“Watashi wa Satou desu. Douzo Yoroshiku!”Jawabnya, kali ini ia terpaksa ganti nama untuk menutupi identitasnya, nanti kalau Mika sudah dapat dipercaya barulah ia mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya…
“Rumah mu dimana, Satou-san?”
“Masuk ke gang ini, di dalam sana!”
“Oh..!”Tanggapnya dengan senyum
“Tak mau mampir kerumahku?”
“Maaf, lain kali saja, aku ada keperluan. Sayounara…!”
“Sayounara…!”Jawab Amikawa, Amikawa sepertinya senang melihat Mika yang cuek, riang dan cerewet, ia berharap mereka bias bertemu lagi……